“Bagi saya kemenangan tim lebih penting dibandingkan memuluskan ambisi pribadi untuk mencetak gol. Jika ada pemain lain yang lebih berpeluang maka sudah sepatutnya dia yang mencetak gol,” ujar pemain paling senior di tubuh SFC ini.
Sementara ini, Kayamba berada pada urutan teratas pencetak gol terbanyak dengan 22 kali melesakkan bola ke gawang, disusul Alberto Goncalves (Persipura) 19 gol, Greg Nwokolo (Pelita Jaya) 19 gol, Mario Costas (Persela) 18 gol, Safee Sali (Pelita Jaya) 17 gol.
Kemudian, Foday Boakay Eddy (Perwiwa) 16 gol, Hilton Moreira (Sriwijaya FC) 16 gol, Cristian Gonzales (Persisam) 16 gol, Herman Dzumafo Epandi (Arema Indonesia) 16 gol, dan Pedro Javier Velazquez (Persija) 15 gol.
“Sebagai pemain saya memiliki target sendiri, tapi publik tidak perlu tahu berapa gol yang ingin dicapai,” kata pemain Timnas St Kitts and Nevis ini.
Peluang Kayamba untuk menjadi pencetak gol terbanyak terbilang terbuka mengingat SFC masih menyisakan empat pertandingan, sementara saingan terdekat Alberto Goncalves menyisakan tiga laga.
Meski demikian, pelatih SFC Kas Hartadi tidak akan memaksakan Kayamba mencapai prestasi itu guna menyempurnakan kesuksesan sebagai juara ISL musim ini.
“Pada prinsipnya tim mendukung Kayamba, tapi harus diketahui bahwa yang mencetak gol haruslah pemain yang memiliki peluang. Jika diatur, itu artinya memaksakan, bisa-bisa jadi gagal,” ujar Kas.









