Wacana pengaduan Djohar Arifin ke FIFA dan AFC terkait digelarnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) ditanggapi sinis oleh Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya. Pria yang juga menjabat Komite Eksekutif PSSI hasil KLB Ancol ini menilai tindakan Djohar di luar akal sehat.
La Siya menilai bergulirnya kompetisi ISL merupakan konsekuensi yang wajar. Terkait peleburan dua liga, dia pun meminta putusan PSSI diambil melalui Kongres.
“Dan siapapun tahu, membentuk liga baru membutuhkan waktu dan tahapan yang harus dilalui. Itu kalau mau membentuk liga yang profesional dan serius. Bukan seperti kemarin, PSSI tiba-tiba membentuk LPIS secara serampangan dan sekarang diakui sendiri tidak mempuni dan tidak bisa menjalankan kompetisi dengan baik,” ujar La Siya.
“Dan untuk itu, nantinya manual liganya diubah dulu, terkait aturan promosi dan degradasi. Bukan langsung diberlakukan sekarang, sehingga klub yang kemarin mati-matian untuk promosi, tiba-tiba dikocok ulang. Bukan seperti itu. Semua orang bola juga tahu,” tandasnya.
Dualisme kompetisi, dipandang La Siya, bukanlah sebuah masalah. Terkait kuota Indonesia untuk Liga Champions Asia dan AFC Cup, PSSI dinilai harus mengkomunikasikannya ke AFC.
“Silakan saja IPL juga harus jalan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa tidak ada alasan dengan adanya joint committee lalu orang diminta berhenti bermain bola.









